Uranium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang U
dan nomor atom 92. Sebuah logam berat, beracun, berwarna putih
keperakan dan radioaktif alami, uranium termasuk ke seri aktinida
(actinide series). Isotopnya 235U
digunakan sebagai bahan bakar reaktor nuklir dan senjata nuklir.
Uranium biasanya terdapat dalam jumlah kecil di bebatuan, tanah, air,
tumbuhan, dan hewan (termasuk manusia).
Uranium-235
adalah isotop uranium yang penting disamping uranium-238. Hanya 0,72%
uranium alami adalah uranium-235, yang memiliki waktu paruh 7,038 x 108 tahun. Uranium-235
juga digunakan sebagai sumber utama penghasil neutron dalam reaksi
nuklir, yang mana neutron-neutron ditembakkan ke arah uranium-238,
dalam hal ini untuk membuat/ memproduksi plutonium. Uranium-235 dan plutonium-239 digunakan sebagai bahan bakar (fisi nuklir), dalam reaktor nuklir dan bom nuklir.
Reaktor nuklir
adalah tempat/perangkat dimana reaksi nuklir berantai dibuat, diatur
dan dijaga kesinambungannya pada laju yang tetap (berlawanan dengan bom
nuklir, dimana reaksi berantai terjadi pada orde pecahan detik, reaksi
ini tidak terkontrol).
Reaktor
nuklir digunakan untuk banyak tujuan. Saat ini, reaktor nuklir paling
banyak digunakan untuk membangkitkan listrik. Reaktor penelitian
digunakan untuk pembuatan radioisotop (isotop radioaktif) dan untuk
penelitian. Awalnya, reaktor nuklir pertama digunakan untuk memproduksi
plutonium sebagai bahan senjata nuklir.
Saat
ini, semua reaktor nuklir komersial berbasis pada reaksi fissi nuklir,
dan sering dipertimbangkan masalah resiko keselamatannya. Sebaliknya,
beberapa kalangan menyatakan PLTN merupakan cara yang aman dan bebas
polusi untuk membangkitkan listrik. Daya fusi merupkan teknologi
ekperimental yang berbasi pada reaksi fusi nuklir. Ada
beberapa piranti lain untuk mengendalikan reaksi nuklir, termasuk di
dalamnya pembangkit thermoelektrik radioisotop dan baterai atom, yang
membangkitkan panas dan daya dengan cara memanfaatkan peluruhan
radioaktif pasif, seperti halnya Farnsworth-Hirsch fusor, dimana reaksi
fusi nuklir terkendali digunakan untuk menghasilkan radiasi neutron.
Radionuklida atau radioisotop
adalah isotop dari zat radioaktif. radionuklida mampu memancarkan
radiasi. Radionuklida dapat terjadi secara alamiah atau sengaja dibuat
oleh manusia dalam reaktor penelitian. Produksi radionuklida dengan
proses aktivasi dilakukan dengan cara menembaki isotop stabil dengan
neutron di dalam teras reaktor. Proses ini lazim disebut irradiasi
neutron, sedangkan bahan yang disinari disebut target atau sasaran.
Neutron yang ditembakkan akan masuk ke dalam inti atom target sehingga
jumlah neutron dalam inti target tersebut bertambah. Peristiwa ini
dapat mengakibatkan ketidakstabilan inti atom sehingga berubah sifat
menjadi radioaktif.